Ibundasunan gunung jati adalah nyai rara santang, seorang putri keturunan kerajaan sunda, anak dari sri baduga maharaja, atau dikenal juga sebagai prabu siliwangi dari perkawinannya dengan nyai subang larang. Penari Kuda Lumping Mabuk Penari, Mabuk, Kuda Beliau menjadi sultan terhebat pada masanya. Keturunan sunan gunung jati sampai sekarang.
- Siapa yang tak kenal sosok wali Cirebon ia adalah Sunan Gunung Jati. Seorang Ulama sekaligus Umaro di Kesultanan Cirebon, bahkan hingga kini tak pernah sepi dari para peziarah. Sunan Gunung Jati bernama lengkap Syekh Syarif Hidayatullah ia menjadi salah satu dari sembilan orang penyebar agama Islam terkenal di Pulau Jawa yang dikenal dengan sebutan Walisongo. Dikutip Cirebon Times dari Babad Cirebon Naskah Klayan bahwa Sunan Gunung Jati dalam kehidupannya selain sebagai pemimpin spriritual, sufi, mubaligh dan dai pada jamannya juga sebagai pemimpin rakyat karena beliau menjadi Sultan di Kasultanan Cirebon. Baca Juga Ketua Bawaslu Cirebon Ajak Kader Pelajar NU Berkontribusi Terhadap Organisasi Sunan Gunung Jati bahkan sebagai sultan pertama Kasultanan Cirebon yang semula bernama Kesultanan Pakungwati. Banyak kisah yang dikaitkan dengan Sunan Gunung Jati. Diantaranya adalah bahwa ia pernah mengalami perjalanan spiritual seperti Isra’ Mi’raj, lalu bertemu Rasulullah SAW, bertemu Nabi Khidir, dan menerima wasiat Nabi Sulaeman. Semua itu hanya mengisyaratkan kekaguman masyarakat masa itu pada Sunan Gunung Jati. Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah diperkirakan lahir sekitar tahun 1448 M. Baca Juga KABAR GEMBIRA! PT KAI Daop 3 Cirebon Buka Promo Tarif Tiket Kereta Api Murah Setiap Hari, Simak Ketentuanya! Ibunya adalah Nyai Rara Santang, putri dari raja Pajajaran Raden Sri Baduga Maharaja atau dikenal Prabu Siliwangi. Sedangkan ayahnya adalah Sultan Syarif Abdullah Maulana Huda, pembesar Mesir keturunan Bani Hasyim dari Timur Tengah. Syarif Hidayatullah mendalami ilmu agama sejak berusia 14 tahun dari para ulama Mesir. Ia sempat berkelana ke berbagai negara. Baca Juga Lakukan Amalan Shalat Hajat dari Sunan Gunung Jati Ini Jika Ingin Datangkan Rezeki Melimpah Menyusul berdirinya Kesultanan Bintoro Demak, dan atas restu kalangan ulama lain, ia mendirikan Kasultanan Cirebon yang juga dikenal sebagai Kasultanan Pakungwati. Dengan demikian, Sunan Gunung Jati adalah satu-satunya “wali songo” yang memimpin pemerintahan. Sunan Gunung Jati memanfaatkan pengaruhnya sebagai putra Raja Pajajaran untuk menyebarkan Islam dari pesisir Cirebon ke pedalaman Pasundan atau Priangan. Dalam berdakwah, ia menganut kecenderungan Timur Tengah yang lugas. Namun ia juga mendekati rakyat dengan membangun infrastruktur berupa jalan-jalan yang menghubungkan antar wilayah. Terkini
Adapunsilsilah Sunan Gunung Jati ke bawah mengacu pada Naskah Carita Purwaka Caruban Nagari, yang dibuat Pangeran Arya Carbon di tahun 1720 M. Seperti diketahui, silsilah Sunan Gunung Jati bila ditarik ke bawah sampai sekarang masih bisa ditelusuri jejaknya. Bahkan, sejumlah tokoh terhubung sebagai keturunannya.
Connection timed out Error code 522 2023-06-16 142804 UTC What happened? The initial connection between Cloudflare's network and the origin web server timed out. As a result, the web page can not be displayed. What can I do? If you're a visitor of this website Please try again in a few minutes. If you're the owner of this website Contact your hosting provider letting them know your web server is not completing requests. An Error 522 means that the request was able to connect to your web server, but that the request didn't finish. The most likely cause is that something on your server is hogging resources. Additional troubleshooting information here. Cloudflare Ray ID 7d83bbf71e2c286a • Your IP • Performance & security by Cloudflare
Terutamailmu Agama Islam, Beliau pernah berguru kepada Sunan Bonang, Sunan Gunung Jati, dan Sunan Ampel. Menurut cerita yang ada, Beliau diperkirakan lahir di tahun 1450. Asal-usul atau silsilah beliau ada yang berpendapat Raden Said atau Sunan Kalijaga merupakan orang pribumi Jawa asli. Syarif Hidayatullah adalah putera dari Syarif Abdullah Umdatuddin bin Ali Nurul Alim yang bergelar Sultan Mahmud Sultan Hud dan merupakan penguasa Mesir yang menikah dengan Nyi Mas Rara Santang puteri dari Jayadewata yang bergelar Sri Baduga Maharaja yang setelah menikah dengan Syarif Abdullah bergelar Syarifah Mudaim. Ayah Syarif Hidayatullah adalah seorang penguasa Mesir, putera dari Ali Nurul Alim bin Jamaluddin Akbar al-Husaini, seorang keturunan dari Sayyid Abdul Malik Azmatkhandan Alwi Amir Fakih Mesir. Pada masa lalu terdapat puluhan naskah yang menjelaskan tentang silsilah Syarif Hidayatullah yang diklaim oleh beberapa pihak dan menimbulkan kesimpangsiuran sehingga pada masa pertemuan agung para cendekiawan, sejarahwan, bangsawan dan alim ulama senusantara dan mancanegara pertama yang dimulai pada tahun 1677 di Cirebonmaka Pangeran Raja Nasiruddin bergelar Wangsakerta mengadakan penelitian dan penelusuran serta pengkajian naskah-naskah tersebut bersama para ahli-ahli dibidangnya. Hasilnya pada tahun 1680 disusunlah kitab Negara Kertabumi yang didalamnya memuat bab tentang silsilah Syarif Hidayatullah Tritiya Sarga yang sudah diluruskan dari kesimpangsiuran klaim oleh banyak pihak. Pelusuran sejarah tentang asal-usul Syarief Hidayatullah telah dilakukan oleh Pangeran Raja PR Nasiruddin dengan melakukan penelitian terhadap naskah naskah yang ada dengan dibantu oleh para ahli di bidangngnya dalam pertemuan agung Gotra Sawala pertama di Cirebon, penelusuran tersebut menghasilkan sebuah kitab yang diberi nama Negara Kertabhumi yang memuat bab tentang silsilah Syarief Hidayatullah dalam Tritiya Sarga, isinya sebagai berikut ; Syarif Hidayatullah / Sayyid Al-Kamil / Susuhunan Jati / Susuhunan Cirebon, Syarif Abdullah + Nyi Hajjah Syarifah Mudaim binti Raja Pajajaran Sunda Nyi Mas Rara Santang Ali Nurrul Alim + Puteri Mesir, Jamaluddin Al-Husein, Al-Amir Akhmad Syekh Abdullah Jalaludin, Amir Abdullah Khanuddin Abdul Malik India, Alwi Amir Fakih Mesir, Muhammad Alwi Al-Gazam Ubaidillah Ahmad Al-Muhajir Isa Al-Bakir Idris Al-Muhammad An-Nakib Kasim Al-Kamil / Ali Al-Uraid Jaffarus Sadik dari Parsi Persia Muhammad Al-Bakir Zainal Abiddin Husein As-Sabti Sayyidah Fatimah Al-Zahra RA Nabi Muhammad Rasulullah SAW Abdul Muthalib Hasyim Abdul Manaf Kusyaiyi Kyai Kilab Mauroh Kangab Luayyi Galib Fihir Malik Nadir Kinanah Khujaimah Mudrikah Ilyas Mudar Nijar Mangad Adnan Addi Adad Hamyas Salaman Bista Sahail Jama Nabi Ismail Nabi Ibrahim Tarikka Nakur, Sarug, Abir, Syalik, Pinan, Arfakasyadz, Sam, Nabi Nuh, Lamik, Matuslak, Mahnauk, Yaridz, Mahkail, Kinan Anwas Syits Nabi Adam dan Siti Hawa. Versi kitab Syamsu Azh Zhahirah fi Nasabi Ahli al-Bait Sebagaimana yang tercatat dalam silsilah Syarif Hidayatullah di sebuah organisasi peneliti nasab Naqobatul Asyrof al-Kubrodan Rabithah Alawiyah, yang juga tercantum dalam kitab Syamsu Azh Zhahirah fi Nasabi Ahli al-Bait karya ulama Yaman, Sayyid Abdurrohman bin Muhammad al-Masyhur, silsilah lengkap Syarif Hidayatullah adalah sebagai berikut Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati putera dari, Syarif Abdullah Umdatuddin Azmatkhan binSayyid Ali Nurul Alam Azmatkhan bin, Sayyid Jamaluddin Akbar Azmatkhan al-Husaini Syekh Jumadil Kubro bin, Sayyid Ahmad Jalal Syah Azmatkhan bin, Sayyid Abdullah Azmatkhan bin, Sayyid Abdul Malik Azmatkhan bin, Sayyid Alawi Ammil Faqih Hadramaut bin, Sayyid Muhammad Shahib MirbathHadramaut bin, Sayyid Ali Kholi’ Qosim bin, Sayyid Alawi ats-Tsani bin, Sayyid Muhammad Sohibus Saumi’ah bin, Sayyid Alawi Awwal bin, Sayyid al-Imam Ubaidillah bin, Sayyid Ahmad al-Muhajir bin, Sayyid Isa Naqib ar-Rumi bin, Sayyid Muhammad an-Naqib bin, Sayyid al-Imam Ali Uradhi bin, Sayyidina Ja'far ash-Shadiq bin, Sayyidina Muhammad al-Baqir bin, Sayyid Ali Zainal Abidin bin, Sayyid Husain bin, Sayyidina Ali bin Abi Thalib Sayyidah Fatimah az-Zahra binti Sayyidina Muhammad KETURUNAN SUNAN GUNUNG JATI DARI BEBERAPA ISTRINYA Menurut sumber-sumber primer sejarah Cirebon, Sunan Gunungjati selama hidupnya pernah menikah sebanyak 6 kali, adapun wanita-wanita yang pernah diperistri beliau adalah sebagai berikut Nyimas Babadan, Nyimas Pakungwati, Nyimas Rara Jati, Nyimas Kawunganten Nyimas Rara Tepasan, Ongtien Dari keenam isti-istriya tersebut itulah kemudian sunan Gung Jati mendapatkan keturunan. Anak-anak Sunan Gunungjati itu dikemudian hari yang laki-laki ada yang menjadi Raja di Pulau Jawa, atau Penguasa wilayah, smentara anak-anak perempuan sunan Gunungjati kelak dikemudian hari ada yang dinikahi Sultan di Kesultanan Demak maupun diperistri oleh para pembesar diwilayah kerajaan Cirebon. 1. Keturunan Dari Nyimas Babadan Nyimas Babadan adalah anak dari Ki Gede Babadan, Babadan ini adalah suatu wilayah yang sekarang menjadi Desa Babadan, masuk pada wilayah Kabupaten Indramayu, meskipun ada juga yang berpendapat bahwa Babadan ini terletak di wilayah Propinsi Banten. Perkawinan Sunan Gunungjati dengan Nyimas Babadan terjadi ketika Sunan Gunungjati keluar dari Istana dan menyebarkan Islam kepelosok-pelosok kampung. Dari Nyimas Babadan Sunan Gunung Jati diceritakan tidak mendapatkan keturunan. 2. Keturunan Dari Nyimas Pakungwati Nyimas Pakungwati adalah anak perempuan dari Uwak Sunan Gunungjati yang bernama pangeran Walangsungsang, yang mana beliau ini ternyata mempunyai banyak julukan diantara julukan-julukan beliau adalah Ki Cakrabwana, Mbah Kuwu dan lain sebagaiya. Dari Nyimas Pakungwati, Sunan Gunungjati tidak mendapatkan keturunan, dikhabarkan Nyimas Pakungwati meninggal sebelum mempunyai keturunan. Nama Pakungwati kemudian diabadikan sebagai nama Istana Kesultanan Cirebon. 3. Keturunan Dari Nyimas Rara Jati Nyimas Rara Jati merupakan anak Ki Gede Jati, beliau merupakan Syah Bandar pelabuhan Muara Jati Cirebon, dari perkawinan ini beliau memiliki dua anak laki-laki yang bernama Pangeran Jaya Kelana, Pangeran ini selama hidupnya membuat gempar Cirebon karena kenakalannya Pangeran Bratakelana dikenal juga dengan sebutan Pangeran Sedang Luat, karena beliau meninggal dilautan akibat di rampok. 4. Keturunan Dari Nyimas Kawunganten Nyimas Kawunganten, adalah merupakan Puteri Permadi yang merupakan Raja Cangkuang beliau juga merupakan adik Pucukumun atau Bupati Wunganten Sekarang Banten, beliau menikahi Nyimas Kawunganten ketika beliau menyebarkan agama Islam di Banten. Dari perkawinan ini beliau memperoleh dua anak yaitu Ratu Winahon Pangeran Sebakingkin yang mempunyai nama lain Pangeran Hasanudin. Kelak Pangeran Sebakingkin ini kemudian menjadi Sultan Banten Pertama. 5. Keturunan Dari Nyi Rara Tepasan Nyi Rara Tepasan adalah anak dari Ki Gede Tepasan Dari Majapahit, pernikahan Sunan Gunung Jati dengan Nyi Rara Tepasan dikarunia dua anak yaitu Ratu Ayu Wanguran Pangeran Pasarean. 6. Keturunan Dari Ongtien Ongtien dalam sumber-sumber primer sejarah Cirebon diceritakan sebagai anak dari penguasa Cina, beliau datang ke Cirebon beserta pengawalnya untuk meminta dinikahi oleh Sunan Gunungjati, dalam perkawinan dengan Ongtien ini, terdapat perbedaan pendapat, ada yang menyatakan punya anak akan tetapi meninggal semenjak bayi, ada juga yang berpendapat mempunyai anak, dan anak tersebut kemudian dinamakan Arya Kemunig atau Arya Kuningan, Arya Kuningan ini diceritakan pernah menjadi Panglima Perang Kerajaan Cirebon, dan kemudian diangkat menjadi Adipati di Kuningan. Wallohua'lam Bisshowab Sementaraitu jika dirunut melalui catatan silsilah Panjalu sampai keturunannya sekarang, maka Sanghyang Borosngora diperkirakan hidup pada tahun 1400-an atau paling tidak sezaman dengan Sunan Gunung Jati Cirebon (1448-1568). Namun, bukti-bukti cenderamata dari Sayidina Ali R.A. yang berupa pedang, tongkat dan pakaian kebesaran masih dapat CIREBON – Silsilah Sunan Gunung Jati ke bawah, terhubung ke Kesultanan Cirebon mulai dari Pangeran Adipati Pasarean. Silsilah Sunan Gunung Jati ke bawah tersebut, juga terpampang di Keraton Kasepuhan Cirebon, menurun kepada raja-raja yang bertakhta. Adapun silsilah Sunan Gunung Jati ke bawah mengacu pada Naskah Carita Purwaka Caruban Nagari, yang dibuat Pangeran Arya Carbon di tahun 1720 M. Seperti diketahui, silsilah Sunan Gunung Jati bila ditarik ke bawah sampai sekarang masih bisa ditelusuri jejaknya. Bahkan, sejumlah tokoh terhubung sebagai keturunannya. Sementara bila ditarik ke atas, Sunan Gunung Jati memiliki garis keturunan ke Nabi Muhammad SAW. Adapun jalur silsilah ke Nabi Muhammad SAW berasal dari jalur ayah. Sedangkan dari jalur ibu, terhubung ke Prabu Siliwangi. Dari jalur ayah, Sunan Gunung Jati dapat ditelusuri dari keturunan Sayidina Ali yang beristerikan Siti Fatimah Binti Muhammad SAW. Berikutnya Sayid Husen, Sayid Abidin, Sayid Muhammad Baqir, Ja’far Shadiq, Kasim Al Malik, Idris, Al Baqir, Ahmad, Badillah. Kemudian, Muhammad, Alwi dari Mesir, Ali Gazam, Muhammad, Alwi, Abdul Malik, Amir, Jamaluddin. Selanjutnya, Ali Nurul Alim, Syarief Abdullah dan berikutnya adalah Sunan Gunung Jati atau Syekh Syarief Hidayatullah. Untuk garis keturunan atau silsilah Sunan Gunung Jati dari ibu ke bawah, berasal dari Kerajaan Pajajaran yakni Prabu Siliwangi. Urutannya adalah Maharaja Galuh Pakwan atau Maharaja Adi Mulya, Prabu Ciungwanara, Sri Ratu Purbasari, Prabu Linggahyang, Prabu Linggawesi. Halaman 1 2

paraorang-orang Jawa. Sunan Gunung Jati seorang keturunan bangsawan (kesepuhan). Sejarah Cirebon dengan jelas mencatat jati diri dan silsilah Sunan Gunung Jati yang nasabnya dapat diurut hingga ke Rasulullah saw. Dari garis Ayah Sunan Gunung Jati merupakan putra dari Syarif Abdullah bin Nur Alam (atau Nurul Alim) dari Bani Hasyim.

Silsilah Sunan Gunung Jati-Bahasan mengenai Silsilah Sunan Gunung Jati dalam artikel ini dibatasi pada nenek moyang Sunan Gunung Jati yang tercatat didalam naskah Kesultanan Cirebon. Salah satu Naskah yang menginformasikan tentang Silsilah Sunan Gunung Jati diantaranya adalah Naskah Kuningan, yaitu suatu Naskah yang berasal dari Keraton Kasepuhan Cirebon. Baca Juga Biografi Sunan Gunung Jati Lengkap Silsilah Sunan Gunung Jati dari Garis Ayah sebagaimana yang di informasikan dalam naskah Kuningan Cirebon adalah sebagai berikut Nabi Muhamad, menurunkan Siti Fatimah, menurunkan Sayid Husain, menurunkan Zainal Abidin, menurunkan Syekh Zainal Kabir, menurunkan Syekh Zumadil Kubro, menurunkan Raja Umrah Qadara [dari mesir], menurunkan Sultan Banisrail, Menikah dengan Rara Santang, berputra Syarif Hidayatullah [Sunan Gunung Jati] Adapun gambar bagan dari Silsilah di atas adalah sebagai berikut Berdasarkan silislah di atas Sunan Gunung Jati ditinjau dari silislah dari garis ayahnya merupakan Syarif/Keturunan Nabi Muhamad, yaitu Nabi pembawa Agama Islam yang hidup pada abad ke 7 Masehi. Sementara itu mengenai Silsilah Sunan Gunung Jati dari garis ibu sebagaimana yang di infokan dalam naskah Kuningan adalah sebagai berikut Ki Gedeng Kasmaya, berputra Ki Gedeng Tapa, menikah dengan Nyi Kencana Singapuri, berputri Nyi Subang Larang, menikah dengan Prabu Siliwangi, menurunkan Rara Santang, menikah dengan Sultan Banisrail, berputra Syarif Hidayatullah [Sunan Gunung Jati] Adapun gambar bagan dari Silsilah di atas adalah sebagai berikut Berdasarkan silislah di atas, dipahami bahwa Sunan Gunung Jati buyut dari jalur Ibunya adalah Ki Gedeng Kasmaya beliau merupakan Penguasa Cirebon Girang, sementara Ki Gedeng Tapa sendiri merupakan Raja/Penguasa Singapura [Mertasinga], adapun Istri Ki Gedeng Tapa adalah Nyi Kencana Singapuri yang berasal dari Pulau Pinang. Dari Rahim Nyi Kencana Singapuri ini kemudian lahir Subang Larang yang kemudian dinikahi oleh Prabu Siliwangi. Kelak dari perkawinan keduanya melahirkan anak perempuan yang bernama Rara Santang, dari Rahim Rara Santang inilah Sunan Gunung Jati dilahirkan.
NamaMuria diambil dari tempat tinggal terakhirnya di lereng Gunung Muria, 18 kilometer ke utara kota Kudus. Selain akhlak yang sholeh, beliau terkenal memiliki kesaktian dalam pertarungan. Satu versi menyebutkan, Sunan Muria adalah putra Sunan Kalijaga. Ahli sejarah A.M. Noertjahjo (1974) dan Solihin Salam () yakin dengan versi ini.
403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID JKANlc4jzrLfPg2YTBQmG5RB6rrNkNs2WgQrIt4yJxTbNk_xr3xzUg==
Pembahasan Sunan Kudus atau Ja'far Shadiq merupakan salah satu Wali Songo. Lahir pada 9 September 1400M/808 Hijriah. Sunan Kudus merupakan Keturunan Usman Haji bin Ali Murtadha dan Syarifah Ruhil. Sementara itu, Sunan Ngudung adalah putera Sunan Gresik, kakak Sunan Ampel. Kemduian Sunan Ngudung menikah Syarifah Ruhil, puteri dari Sunan Ampel.

Sabtu, 09 Desember 2017 Keturunun Sunan Gunung Jati yang dimaksudkan dalam artikel ini dibatasi pada keturunan langsung, yaitu sampai pada anak-anak Suanan Gunung Jati dari istri-istrinya. Menurut sumber-sumber primer sejarah Cirebon, Sunan Gunungjati selama hidupnya pernah menikah sebanyak 6 kali, adapun wanita-wanita yang pernah diperistri beliau adalah sebagai berikut Nyimas Babadan Nyimas Pakungwati Nyimas Rara Jati Nyimas Kawunganten Nyi Rara Tepasan Ong Tien Dari keenam isti-istriya tersebut itulah kemudian sunan Gunung Jati mendapatkan keturunan. Anak-anak Sunan Gunungjati itu dikemudian hari yang laki-laki ada yang menjadi Raja di Pulau Jawa, atau Penguasa wilayah, smentara anak-anak perempuan sunan Gunungjati kelak dikemudian hari ada yang dinikahi Sultan di Kesultanan Demak maupun diperistri oleh para pembesar diwilayah kerajaan Cirebon. 1. Keturunan Dari Nyimas Babadan Nyimas Babadan adalah anak dari Ki Gede Babadan, Babadan ini adalah suatu wilayah yang sekarang menjadi Desa Babadan, masuk pada wilayah Kabupaten Indramayu, meskipun ada juga yang berpendapat bahwa Babadan ini terletak di wilayah Propinsi Banten. Perkawinan Sunan Gunungjati dengan Nyimas Babadan terjadi ketika Sunan Gunungjati keluar dari Istana dan menyebarkan Islam kepelosok-pelosok kampung. Dari Nyimas Babadan Sunan Gunung Jati diceritakan tidak mendapatkan keturunan. Baca Juga Nyimas Babadan Istri Pertama Sunan Gunung Jati 2. Keturunan Dari Nyimas Pakungwati Nyimas Pakungwati adalah anak perempuan dari Uwak Sunan Gunungjati yang bernama pangeran Walangsungsang, yang mana beliau ini ternyata mempunyai banyak julukan diantara julukan-julukan beliau adalah Ki Cakrabwana[1], Mbah Kuwu[2] dan lain sebagaiya. Dari Nyimas Pakungwati, Sunan Gunungjati tidak mendapatkan keturunan, dikhabarkan Nyimas Pakungwati meninggal sebelum mempunyai keturunan. Nama Pakungwati kemudian diabadikan sebagai nama Istana Kesultanan Cirebon. 3. Keturunan Dari Nyimas Rara Jati 4. Keturunan Dari Nyimas Kawunganten Nyimas Kawunganten, adalah merupakan Puteri Permadi yang merupakan Raja Cangkuang beliau juga merupakan adik Pucukumun atau Bupati Wunganten Sekarang Banten, beliau menikahi Nyimas Kawunganten ketika beliau menyebarkan agama Islam di Banten. Dari perkawinan ini beliau memperoleh dua anak yaitu 1 Ratu Winahon 2 Pangeran Sebakingkin yang mempunyai nama lain Pangeran Hasanudin. Kelak Pangeran Sebakingkin ini kemudian menjadi Sultan Banten Pertama. Baca Juga Kisah Perkawinan Sunan Gunung Jati Dengan Nyimas Kawunganten 5. Keturunan Dari Nyi Rara Tepasan Nyi Rara Tepasan adalah anak dari Ki Gede Tepasan Dari Majapahit, pernikahan Sunan Gunung Jati dengan Nyi Rara Tepasan dikarunia dua anak yaitu 1 Ratu Ayu Wanguran[3] 2 Pangeran Pasarean. 6. Keturunan Dari Ongtien Ongtien dalam sumber-sumber primer sejarah Cirebon diceritakan sebagai anak dari penguasa Cina, beliau datang ke Cirebon beserta pengawalnya untuk meminta dinikahi oleh Sunan Gunungjati, dalam perkawinan dengan Ongtien ini, terdapat perbedaan pendapat, ada yang menyatakan punya anak akan tetapi meninggal semenjak bayi, ada juga yang berpendapat mempunyai anak, dan anak tersebut kemudian dinamakan Arya Kemunig atau Arya Kuningan, Arya Kuningan ini diceritakan pernah menjadi Panglima Perang Kerajaan Cirebon, dan kemudian diangkat menjadi Adipati di Kuningan. Untuk memahami mengenai siapa Arya Kuningan dan Ongtien ini, silahkan anda baca dalam artikel kami yang berjudul Asal-Usul Pendirian Kabupaten Kuningan Jawa Barat. Berdasarkan pemaparan mengenai istri-istri dan anak keturnan Sunan Gunungjati di atas dapatlah kemudian dipahami bahwa anak keturunan sunan Gunungjati semuanya berjumlah 6 orang Tidak Termasuk Arya Kuningan yaitu 2 puteri Ratu Winahon dan Ratu Ayu Wanguran dan 4 Putera Pangeran Jaya Kelana, Pangeran Bratakelana, Pageran Sebakingkin, dan Pangeran Pasarean. Adapun silsilah keturunan sunan Gunung Jati dari keenam istri-istrinya, adalah sebagai berikut Baca Juga Cucu-Cucu Sunan Gunung Jati Catatan Kaki [1] Dijuluki Mbah Kuwu Karena Pernah Menjadi Kuwu ke II Cirebon [2] Dijuluki Cakrabwana, karena pernah mengemban Jabatan Raksabumi Cirebon [3] Beliau diperistri Sultan Demak II, dan Fatahilah.

Kjrpds.
  • yh3i4ckj71.pages.dev/317
  • yh3i4ckj71.pages.dev/284
  • yh3i4ckj71.pages.dev/130
  • yh3i4ckj71.pages.dev/209
  • yh3i4ckj71.pages.dev/27
  • yh3i4ckj71.pages.dev/217
  • yh3i4ckj71.pages.dev/87
  • yh3i4ckj71.pages.dev/314
  • yh3i4ckj71.pages.dev/126
  • silsilah sunan gunung jati sampai sekarang